lavozdelpitic.com – Terdapat amalan sunnah di bulan Muharram yang sayang itu dilewatkan, adalah puasa Tasu’a dan puasa Asyura. Kedua puasa sunnah bulan Muharram tersebut diyakini sanggup melebur dosa sepanjang setahun, buat orang yang melaksanakannya. Ikuti, keutamaan puasa Tasu’a dan Asyura di dasar ini.
Dikutip dari halaman NU Online, ada banyak dan keutamaan di puasa Tasu’a dan Asyura. Perihal ini lantaran posisi bulan Muharram di dini tahun Hijriah. Oleh karena itu, tahun baru Islam ini sangat pantas dibuka dengan puasa yang jadi salah satu amalan sangat utama.
2 amalan puasa sunnah Tasu’a dan Asyura di bulan Muharram ini sangat disarankan. Puasa yang dicoba di bertepatan pada 9-10 Muharram ini memiliki bermacam keutamaan, yang dapat diperoleh siapapun yang melaksanakannya.
Kapan puasa Tasu’a dan Asyura? Waktu penerapan puasa Tasu’a dicoba pada tiap bertepatan pada 9 Muharram, sebaliknya puasa Asyura dicoba tiap bertepatan pada 10 Muharram. Untuk umat muslim yang mengerjakannya, hingga akan memperoleh keutamaan puasa Tasu’a dan Asyura bulan Muharram.
Ikuti keutaman puasa Tasu’a dan Asyura bulan Muharram 1445 H di dasar ini.

Keutamaan Melakukan Puasa Tasu’a dan Asyura di Bulan Muharram 1445 H
1. Derajatnya Satu Tingkatan di Dasar Bulan Ramadhan
Puasa yang dicoba di bulan Muharram ini memiliki derajat yang satu tingkatan di dasar bulan Ramadhan. Perihal 368MEGA ini sebagaimana sudah di informasikan oleh Rasulullah SAW di dalam hadist riwayat Imam Muslim dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, yang berbunyi:
“Rasulullah SAW bersabda:‘ Puasa yang sangat utama sehabis Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang sangat utama sehabis shalat fardhu adalah shalat malam.”
2. Pelebur Dosa Sepanjang Satu Tahun
Benda siapa yang mengerjakan ibadah puasa di 10 Muharram ataupun puasa Ayura, hingga dosanya sepanjang satu tahun ke balik akan diampuni dan dilebur. Perihal ini sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim yang berbunyi:
“Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sangat Rasulullah saw bersabda sempat ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, kemudian dia menanggapi:‘ Puasa Asyura melebur dosa setahun yang sudah melalui’.”

3. Satu Hari Setara dengan 30 Hari Puasa
Puasa Tasu’a dan Asyura adalah puasa yang dicoba pada bulan Muharram. Puasa yang dicoba di bulan Muharram ini akan disetarakan dengan pahala puasa sepanjang 30 hari penuh. Perihal ini sebagaimana hadist riwayat at-Thabrani di dalam al-Mu’ jamus Shaghir, di mana hadistnya Gharib akan namun sanadnya tidak bermasalah, yang berbunyi:
“ Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia mengatakan:‘ Rasulullah saw bersabda:‘ Orang yang berpuasa pada hari Arafah hingga jadi pelebur dosa 2 tahun, dan orang yang berpuasa satu hari dari bulan Muharram hingga menurutnya karena puasa tiap satu hari pahala 30 hari puasa’.”
4. Pembeda Umat Islam dengan Yahudi
Puasa Tasu’a dan Asyura jadi pembeda umat Islam dengan Yahudi, di mana bersama berpuasa di hari Asyura. Sehingga, disarankan puasa Tasu’a di 9 Muharram dan puasa di 11 Muharram sebagai aksesoris dari puasa Asyura di 10 Muharram. Perihal ini sebagaimana sudah dipaparkan di dalam hadist yang berbunyi:
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kamu pada hari Asyura dan bedakan dengan kalangan Yahudi, puasalah kamu satu hari saat sebelum ataupun sesudahnya.” (HR Ahmad).
5. Pahala Setara 10 Ribu Malaikat’
Keutamaan puasa Tasu’a dan Asyura yang lain adalah pahalanya setara dengan 10 ribu malaikat yang diberikan Allah SWT ke siapapun yang melakukan puasa Asyura. Perihal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadist yang berbunyi:
“Benda siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), hingga Allah SWT memberinya pahala 10. 000 malaikat. Dan, benda siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), hingga dia diberi pahala 10. 000 orang berhaji dan berumrah dan 10. 000 pahala orang mati syahid. Benda siapa mengusap kepala anak anak yatim di hari tersebut, hingga Allah SWT menaikkan dengan tiap rambut satu derajat. Benda siapa berikan makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, hingga seakan olah dia berikan makan segala umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.” (HR. Muslim).

Anjuran Buat Melakukan Puasa Tasu’a dan Asyura
Dalam novel karya Ahmad Syahirul Alim bertajuk‘ Rahasia Puasa Sunnah’ (2023) dipaparkan bawha, anjuran melakukan puasa Asyura berawal dari Kerutinan yang dicoba orang jahiliyah di Mekkah. Di mana mereka terbiasa melakukan puasa Asyura.
Rasulullah SAW juga tidak sempat tinggal buat melakukan puasa di hari Asyura. Begitu pula dengan para teman, sebagaimana sudah disebutkan di dalam hadist yang berbunyi:
“Hari Asyura yakni hari yang orang-orang Quraisy berpuasa di masa jahiliah, Nabi SAW juga berpuasa Asyura. Saat dia datang di Madinah, dia berpuasa dan memerintahkan umat Islam berpuasa padanya. (Tetapi), Saat kewajiban puasa bulan Ramadhan diturunkan, hingga mereka berpuasa bulan Ramadhan dan meninggalkan puasa Asyura. Barangsiapa yang hendak berpuasa hingga berpuasalah, dan siapa yang hendak berbuka hingga berbukalah,” (HR. Bukhari Muslim dari Aisyah RA).
Anjuran puasa Asyura setelah itu dipertegas saat Rasulullah SAW memandang orang Yahudi juga berpuasa di hari Asyura di Madinah. Ibnu Abbas RA juga menggambarkan,
“Saat Rasulullah SAW datang di Madinah menciptakan orang-orang Yahudi berpuasa Asyura, hingga dia bertanya:‘ Hari apakah ini yang kamu berpuasa padanya?’ Mereka menanggapi:‘ Inilah hari agung saat Allah Ta’ ala menyelamatkan Musa dan kaumnya. Rasulullah bersabda:‘ Hingga kami lebih berhak dengan Musa daripada kamu, Rasulullah juga berpuasa dan memerintahkan buat berpuasa padanya.” (HR. Bukhari Muslim).
Buat anjuran puasa Tasu’a, Rasulullah SAW memerintahkan perihal ini menjelang akhir hidupnya. Saat itu para teman bertanya kepada dia:
“Wahai Rasulullah, (bukankah) hari itu hari yang diagung-agungkan oleh kalangan Yahudi dan Nasrani?”
Hingga Rasulullah bersabda:
“Jika tiba tahun yang akan tiba, insya Allah kita akan berpuasa (juga) hari kesembilan.”
Ibnu Abbas RA mengatakan:
“Hingga tidak sempat tiba tahun selanjutnya sebab Rasulullah SAW sudah meninggal.” (HR. Muslim)
Jumhur ulama juga menyarankan buat berpuasa di hari ke-9 dan 10 Muharram. Perihal ini buat membedakan dengan puasa umat Yahudi dan Nasrani, sebagaimana yang sudah diwasiatkan oleh Rasulullah SAW.
Seperti itu uraian menimpa apa saja keutamaan puasa Tasu’a dan Asyura serta anjuran dari Rasulullah SAW.