Harga Kripto Hari Ini 4 Januari 2024: Bitcoin dan Ethereum Tertekan

Harga Kripto Hari Ini 4 Januari 2024: Bitcoin dan Ethereum Tertekan

lavozdelpitic.com – Mayoritas kripto teratas mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (4/1/2024). Baik harga bitcoin maupun Ethereum menunjukkan tren negatif.

Data dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa harga kripto terbesar, bitcoin (BTC), mengalami penurunan 4,47 persen dalam 24 jam terakhir. Selama seminggu terakhir, harga bitcoin turun sebesar 1,64 persen. Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 42.925,63 atau sekitar Rp 667,56 juta (dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat sekitar 15.551 rupiah).

Harga Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum turun sebesar 6,36 persen, sementara dalam seminggu terakhir, harga Ethereum merosot 8,03 persen. Saat ini, harga Ethereum berada di level USD 2.210,58 atau sekitar Rp 34,36 juta.

Di sisi lain, harga binance coin (BNB) mengalami kenaikan 0,49 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, dalam seminggu terakhir, harga BNB turun sebesar 2,37 persen. Saat ini, harga BNB berada di level USD 315,61.

Sementara itu, harga solana (SOL) mengalami penurunan 7 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam seminggu terakhir, harga solana turun 8,74 persen. Saat ini, harga solana berada di level USD 99,84.

Harga XRP juga melemah sebesar 6,98 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam seminggu terakhir, harga XRP turun 9,12 persen. Saat ini, harga XRP berada di level USD 0,5821.

Harga cardano (ADA) turun 7,69 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam seminggu terakhir, harga cardano turun 13,29 persen. Saat ini, harga ADA berada di level USD 0,5613.

Harga avalanche juga mengalami penurunan yang signifikan dalam 24 jam terakhir. Harga avalanche turun 8,93 persen, sementara dalam seminggu terakhir, harga avalanche merosot 14,37 persen. Saat ini, harga avalanche berada di level USD 37,06.

Harga dogecoin (DOGE) turun 9,85 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam seminggu terakhir, harga dogecoin merosot 12,77 persen. Saat ini, harga dogecoin berada di level USD 0,08255.

Sementara itu, harga tether USDT (USDT) naik 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, sementara dalam seminggu terakhir, harga USDT turun 0,02 persen. Saat ini, harga USDT berada di level USD 1,00.

Harga USDC naik 0,03 persen dalam 24 jam terakhir, sementara dalam seminggu terakhir, harga USDC naik 0,03 persen. Saat ini, harga USDC berada di level USD 1,00.

Kapitalisasi pasar kripto global turun 4,99 persen dalam satu hari menjadi USD 1,64 triliun.

Bitcoin Cs Diproyeksi Bullish di Tahun 2024 Tembus 135.000 dolar AS, Ini Faktor Pendukungnya - TribunNews.com

Kapitalisasi Pasar Kripto Mencapai Rp 12.312 Triliun Sepanjang 2023

Sebelumnya dilaporkan bahwa kapitalisasi pasar kripto telah melonjak lebih dari USD 800 miliar atau setara dengan Rp 12.312 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.390 per dolar AS) pada tahun 2023, karena investor terus menanamkan modalnya dalam aset spekulatif meskipun terdapat serangkaian kasus dan peraturan yang lebih ketat.

Berdasarkan laporan dari Yahoo Finance pada Rabu (3/1/2024), koin digital berhasil pulih setelah mengalami penurunan lebih dari separuh nilai mereka hanya dalam 12 bulan terakhir pada tahun sebelumnya, dengan total kapitalisasi pasar kripto mencapai sekitar USD 1,6 triliun atau setara dengan Rp 24.264 triliun pada Natal 2023.

Harga Bitcoin, mata uang kripto terpopuler yang memiliki nilai tinggi, meningkat lebih dari dua kali lipat, naik lebih dari 150 persen sepanjang tahun tersebut. Saat ini, satu Bitcoin memiliki nilai sekitar USD 44.000 atau setara dengan Rp 682 juta.

Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, juga meningkatkan nilainya sebesar 88 persen

 sepanjang tahun. Sementara itu, Solana, salah satu koin yang banyak diperdagangkan, bahkan mengalami peningkatan lebih dari 1000 persen selama tahun 2023. Data mengenai mata uang digital ini berasal dari Coinmarketcap, yang merupakan milik dari bursa mata uang kripto Binance.

Nilai Bitcoin sebelumnya mencapai level tertinggi hanya di atas USD 65.000 atau sekitar Rp 1 miliar, pada saat investor terkenal seperti Elon Musk mulai tertarik pada mata uang kripto. Namun, nilai Bitcoin mengalami penurunan signifikan dalam 12 bulan berikutnya.

Meskipun begitu, pada tahun 2023, mata uang kripto ini kembali mengalami pemulihan. Namun, kejadian kontroversial tetap menyertai industri ini, seperti runtuhnya FTX, bursa mata uang kripto terbesar kedua di dunia, yang diketahui menggunakan dana pelanggan untuk investasi berisiko tinggi dan pembelian barang mewah bagi para eksekutif.

Pada bulan yang sama, pendiri Binance, bursa koin digital terbesar di dunia, setuju untuk mengaku bersalah atas tuntutan pidana dalam kasus yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS atas pelanggaran pencucian uang. Sebagai bagian dari kesepakatan dengan jaksa, Changpeng Zhao mengumumkan rencananya untuk mundur dari jabatannya sebagai kepala eksekutif Binance.

Baca Juga : “Menganalisis Arkham Coin, Kripto Platform Blockchain Arkham Berbasis AI

Cryptocurrency Hari Ini

Bitcoin Catat Rekor Baru pada Akhir 2023, Jumlah Transaksi Harian Sentuh 731.351

Bitcoin mencatat rekor baru pada akhir 2023, dengan jumlah transaksi harian yang mencapai 731.351. Pencapaian ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada 24 Desember 2023, di mana jumlah transaksi yang dikonfirmasi oleh para penambang mencapai 723.459.

Menurut laporan dari Bitcoin.com pada Rabu (3/1/2024), pada hari yang sama, sekitar 314.003 NFT berbasis blockchain diproses, atau sekitar 42,93% dari total transaksi yang dikonfirmasi. Para penambang Bitcoin juga mengalami pasar biaya yang sangat menguntungkan pada bulan Desember.

Meskipun berhasil memecahkan rekor transfer onchain harian pada malam tahun baru, sekitar 351.000 transaksi masih tertinggal pada 1 Januari 2024. Selama 30 hari sebelumnya, para penambang berhasil mengautentikasi 16.704.699 transaksi, dengan rata-rata 6,7 transaksi per detik.

Dengan pencapaian terbaru ini, jaringan Bitcoin berhasil mencapai tingkat yang mengesankan yaitu 8,10 transaksi setiap detik, yang berarti sekitar 30.000 transaksi setiap jam. Pada 31 Desember, rata-rata 4.600 transaksi didokumentasikan per blok. 

Pada awal tahun 2024, interval waktu antara konfirmasi blok Bitcoin berkisar dari 9 menit 39 detik hingga 8 menit 55 detik, dengan total 946.371.028 transaksi yang telah divalidasi oleh para penambang hingga tinggi blok mencapai 823.890.

Saat pergantian tahun dari 2023 ke 2024, jaringan Bitcoin tak hanya merayakan pencapaian bersejarah di malam tahun baru, tetapi juga menunjukkan momentum ekspansinya yang tak tergoyahkan.

Hampir 43% dari total transaksi pada hari tersebut dipicu oleh tren pesat pertumbuhan prasasti Ordinal, yang mencerminkan evolusi berkelanjutan jaringan dan daya tampung yang tangguh untuk menanggapi permintaan baru dan bervariasi.

Bitcoin dan Ethereum

Nilai Kepemilikan Bitcoin MicroStrategy Mencapai Rp 123 Triliun

MicroStrategy Inc, perusahaan pembuat perangkat lunak, telah meningkatkan total kepemilikan Bitcoin-nya menjadi lebih dari USD 8 miliar atau setara dengan Rp 123,1 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.405 per dolar AS) melalui pembelian tambahan bulan ini, seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Menurut laporan dari Yahoo Finance pada Jumat (29/12/2023), perusahaan yang berbasis di Tysons Corner, Virginia, yang dipimpin oleh penggemar Bitcoin Michael Saylor, berhasil mengakuisisi 14.620 Bitcoin senilai USD 616 juta atau setara dengan Rp 9,4 triliun dalam bentuk tunai antara tanggal 30 November hingga 26 Desember 2023, sebagaimana yang diungkapkan dalam laporan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

Dengan akuisisi ini, total kepemilikan Bitcoin MicroStrategy kini mencapai 189.150 Bitcoin, yang setara dengan hampir 1% dari total 19,58 juta Bitcoin yang beredar. Saylor, yang juga menjabat sebagai ketua dan salah satu pendiri MicroStrategy, telah memulai pembelian aset digital ini sejak tahun 2020 sebagai upaya lindung nilai terhadap inflasi dan alternatif untuk menyimpan uang tunai di neraca perusahaan. 

Hal ini membuat MicroStrategy menjadi alternatif Bitcoin bagi investor yang ingin terpapar pada Bitcoin tanpa harus memiliki aset tersebut secara langsung.

Dalam sebuah wawancara di Bloomberg TV minggu lalu, Saylor menyatakan bahwa dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh Bitcoin fisik bukanlah ancaman bagi MicroStrategy karena sahamnya merupakan taruhan leverage tanpa biaya.

Perusahaan telah menggunakan dana pinjaman dan hasil penjualan saham untuk membiayai pembelian Bitcoin-nya. Harga rata-rata untuk akuisisi terbaru adalah USD 42.110 atau setara dengan Rp 648,5 juta, sementara harga rata-rata untuk total kepemilikan adalah USD 31.168 atau setara dengan Rp 480 juta, menurut pengajuan perusahaan.

Saham MicroStrategy telah mengalami kenaikan lebih dari 300% sepanjang tahun ini, mengungguli kinerja Bitcoin yang hanya tumbuh sekitar 150% selama periode yang sama.