lavozdelpitic.com – Berbeda dengan teater tradisional, pertunjukan seni teater modern menjadikan pola barat sebagai bahan rujukan. Salah satu karakteristik khas teater modern adalah jumlah kepribadian pemeran relatif lebih banyak.
Cerita yang dinaikan dalam teater modern biasanya berisi curahan perasaan sang pengarang( sutradara) dan disuguhkan dengan standar barat. Cerita pada teater modern sangat erat kaitannya dengan kehidupan tiap hari. Oleh karena seperti itu, generasi muda saat ini lebih berminat terhadap teater modern.
Pengertian Seni Teater Modern
Sebutan teater modern merujuk pada suatu seni Teater Modern 368MEGA yang berkembang dan tumbuh dengan dipengaruhi unsur-unsur barat. Cerita yang dipentaskan umumnya adalah kritik sosial, sehingga terasa lebih hidup.
Dalam teater modern, sutradara memiliki kedudukan sangat berarti karena memiliki hak penuh dalam menginterpretasikan ataupun memberikan pemikiran sesuatu naskah kepada para pemirsa.
Tidak semacam teater tradisional yang tiap dialognya cenderung otomatis, teater modern sangat fokus pada naskah. Dengan kata lain, tiap pemain wajib berdialog cocok yang sudah tertulis di naskah cerita.
Tidak hanya itu, pertunjukan teater modern umumnya dicoba di suatu gedung dengan iringan instrumen musik modern, semacam gitar, piano, dan biola yang bertujuan menghasilkan kesan cocok isi cerita.
Pertumbuhan teater modern di tanah air sudah melahirkan banyak tokoh-tokoh populer, tercantum antara lain WS Rendra, Rustam Effendi, Putu Wijaya, Sanusi Pane, dan Umar Salim.

Ciri-ciri Teater Modern
Dilansir dari novel bertajuk Pembelajaran Seni Teater Modern yang ditulis oleh Yudhistira, disebutkan kalau teater modern memiliki 5 karakteristik khas, adalah:
- Memakai naskah.
- Diskusi adalah sampiran cerita.
- Alur cerita berisi kritik sosial.
- Mencuat dari kalangan terpelajar ataupun elite.
- Ada kebebasan improvisasi.
Sedangkan itu, ciri-ciri dari teater modern yang lebih universal adalah sebagai berikut:
- Terdiri dari suatu group dan sutradara.
- Alur cerita sudah diatur.
- Pertunjukan tertutup.
- Panggung tertata.
- Memiliki faktor seni.
Unsur-unsur Teater Modern
Seni teater modern terdiri dari sebagian faktor yang berperan biar pementasan berjalan dengan baik. Di dasar ini adalah bagian-bagian yang jadi pondasi untuk seni teater modern:
Naskah/Skenario
Faktor ini berisi menimpa nama tokoh kepribadian dan juga diskusi yang wajib diucapkan. Dalam drama ataupun film, skenarionya lebih lingkungan, sebab meliputi kepribadian, properti, isi cerita, keadaan, petunjuk akting, dan sebagainya. Tujuannya adalah agar pertunjukan lebih realistis dan cocok dengan naskah.
Pemeran/Tokoh
Pemeran adalah orang yang memperagakan kepribadian ataupun tokoh tertentu. Dalam industri perfilman, umumnya diucap aktor ataupun aktris. Ada bermacam berbagai kedudukan dalam teater modern, adalah:
- Kedudukan Utama: Pusat atensi.
- Kedudukan Pembantu: Bukan pusat atensi.
- Kedudukan Figuran/Bonus: Diciptakan buat menguatkan penggambaran atmosfer.
Sutradara
Seni Teater modern identik dengan keberadaan seseorang sutradara. Sebutan tersebut mengacu pada orang yang mengendalikan metode pembuatan ataupun mengetuai pementasan sesuatu pertunjukan.
Properti
Faktor lain yang harus terdapat dalam seni teater modern adalah properti ataupun peralatan yang diperlukan buat menunjang pertunjukan. Contohnya, meja, sofa, riasan, hiasan ruang, dan lain sebagainya.
Penataan
Karya seni teater modern juga memiliki faktor penyusunan yang setelah itu dipecah lagi jadi sebagian jenis. Perihal tersebut disebabkan penyusunan meliputi segala pekerja yang berkontribusi dalam pertunjukan. Biar lebih jelas, di dasar ini adalah macam-macam penyusunan di teater modern.
- Tata Rias: Merias pemain cocok kedudukan yang dilakoni supaya nampak lebih meyakinkan.
- Tata Suara: Mengendalikan besar rendahnya suara.
- Tata Busana: Memilih baju yang akan dikenakan oleh para aktor dan aktris kedudukan.
- Tata Lampu: Mengendalikan pencahayaan di panggung.
Penonton
Dalam suatu pertunjukan teater modern, keberadaan pemirsa jadi sesuatu faktor sangat berarti. Pemirsa akan jadi saksi sekalian evaluator yang akan memperhitungkan dan berikan apresiasi terhadap hasil kerja sutradara, kru, dan pemain. Tanpa pemirsa, hingga pementasan teater modern akan jadi percuma.

Jenis Jenis Seni Teater Modern
Sama halnya dengan teater tradisional, seni teater modern juga terdiri dari sebagian jenis, adalah:
1. Teatrikalisasi Puisi
Cocok namanya, jenis teater modern ini diambil dari suatu karya puisi. Dalam pementasan, puisi akan dibacakan secara teatrikal. Oleh karena itu, nilai estetika puitik dari karya puisi jadi perihal sangat esensial.
Buat menguatkan arti dari puisi yang dibacakan, hingga panggung akan dirancang dan didominasi sedemikian rupa. Umumnya, pembacaan puisi juga akan diiringi dengan musik buat menghasilkan atmosfer lebih mendalam. Tujuannya adalah supaya pemirsa dapat merasakan apa yang dialami si seniman.
2. Teater Dramatik
Jenis seni teater modern dramatik memiliki karakteristik khas berbentuk terdapatnya pergantian kepribadian yang terbuat secara perinci cocok alur cerita. Tujuan pementasan teater dramatik adalah supaya pemirsa bisa menjajaki alur dari suasana dan keadaan yang terjalin di dalam cerita tersebut.
Biar bisa memberikan pengaruh secara emosional kepada pemirsa, hingga para aktor dan aktris dituntut buat bekerja keras dalam memainkan kedudukannya.
3. Teater Gerak
Seni teater modern jenis gerak memiliki faktor utama berbentuk gerakan dan ekspresi wajah para pemain. Pada saat pertunjukan, gerakan jadi salah satunya diskusi yang dicoba antar tokoh. Sekilas, teater gerak memanglah nyaris sama dengan pantomim, cuma saja kostum yang dipakai berbeda.
Lewat gerakan dan ekspresi para pemain, hingga pemirsa bisa menangkap pesan yang hendak di informasikan. Walaupun telah tidak sering dipentaskan, tetapi teater gerak masih eksis sampai saat ini.
4. Teater Boneka
Jenis teater boneka umumnya sarat dengan cerita legenda ataupun hal-hal yang memiliki faktor religi. Pada dasarnya ada sebagian berbagai metode yang digunakan dalam pementasan teater boneka.
2 antara lain adalah dengan memasukkan kedua tangan dalam boneka, ataupun memakai tongkat yang berperan menggerakan boneka tersebut.
5. Drama Musikal
Salah satu jenis teater modern yang sangat banyak dipentaskan sampai saat ini adalah drama musikal. Campuran antara seni teater modern kedudukan, tari, dan musik jadi karakteristik khas dari teater modern jenis ini.
Pertunjukan drama musikal biasanya berfokus pada keharmonisan lagu dan gerakan tari dibanding diskusi antar pemain. Pada tiap pementasan, hingga pemain akan menari cocok dengan kedudukannya tiap-tiap menjajaki alunan musik.
Contoh Kelompok Seni Teater Modern Populer di Indonesia
Keberhasilan pementasan seni teater modern tidak terlepas dari kreativitas, profesionalisme, dan kerja sama antar pihak yang ikut serta dalam pembuatan teater tersebut. Di Indonesia, terdapat sebagian kelompok teater modern lumayan populer dan memiliki banyak penggemar, di antara lain adalah sebagai berikut:
1. Teater Payung Hitam
Kelompok teater yang didirikan Rahman Sabur ini tumbuh pesat di Kota Bandung. Rahman Sabur populer sebagai wujud sutradara dan juga penulis skenario profesional.
2. Teater Keliling
Salah satu tim teater modern sangat produktif di Indonesia adalah Teater Keliling. Tim yang didirikan Derry Lenyap dan Rudolf Puspa di Jakarta ini apalagi tidak cuma berhasil di Indonesia saja, tetapi juga telah go internasional dan kerap melakukan pementasan di luar negara.
3. Bengkel Teater Rendra
WS Rendra adalah sastrawan dan penggiat teater Indonesia yang sangat dihormati sampai saat ini. Dikenal, kalau Bengkel Teater Rendra memiliki 2 posisi, adalah di Depok dan Yogyakarta.
Pertumbuhan seni teater modern di Indonesia memanglah lumayan pesat, apalagi sebagian seniman terkenal turut berkontribusi dalam memperkenalkannya kepada warga. Sebab dikira lebih realistis dengan keadaan saat ini, tidak heran apabila teater modern sangat disukai oleh bermacam golongan.